Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Sejarah fisika


Artikel ini barasal dari wikipedia.
Sejarah fisika sepanjang yang telah diketahui telah dimulai pada tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu fisika terus berkembang sampai ke level sekarang. Perkembangan ini tidak hanya membawa perubahan di dalam bidang dunia benda, matematika dan filosofi namun juga, melalui teknologi, membawa perubahan ke dunia sosial masyarakat. Revolusi ilmu yang berlangsung terjadi pada sekitar tahun 1600 dapat dikatakan menjadi batas antara pemikiran purba dan lahirnya fisika klasik. Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900 yang menandakan mulai berlangsungnya era baru yaitu era fisika modern. Di era ini ilmuwan tidak melihat adanya penyempurnaan di bidang ilmu pengetahuan, pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan tanpa henti, dari luasnya galaksi, sifat alami dari kondisi vakum sampai lingkungan subatomik. Daftar persoalan dimana fisikawan harus pecahkan terus bertambah dari waktu ke waktu.
Fisika Awal
Sejak zaman dulu, manusia terus memperhatikan bagaimana benda-benda di sekitarnya berinteraksi, kenapa benda yang tanpa disangga jatuh keb bawah, kenapa benda yang berlainan memiliki sifat yang berlainan juga, dan sebagainya. Mereka juga mengira-ira tentang misteri alam semesta, bagaimana bentuk dan posisi bumi di tengah alam yang luas ini dan bagaima sifat-sifat dari matahari dan bulan, dua benda yang memiliki posisi penting dalam kehidupan manusia purba. Secara umum, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mereka secara mudah langsung mengaitkannya dengan pekerjaan dewa. Akhirnya, jawaban yang mulai ilmiah namun tentu saja masih terlalu berspekulasi, mulai berkembang. Tentu saja jawaban ini kebanyakan masih salah karena tidak didasarkan pada eksperimen, bagaimanapun juga dengan begini ilmu pengetahuan mulai mendapat tempatnya. Fisika pada masa awal ini kebanyakan berkembang dari dunia filosofi, dan bukan dari eksperimen yang sistematis.
Kontribusi Islam
Saat itu kebudayaan didominasi oleh Kekaisaran Roma, ilmu medik dan fisika berkembang sangat pesat yang dipimpin oleh ilmuwan dan filsuf dari Yunani. Runtuhnya Kekaisaran Roma berakibat pada mundurnya perkembangan ilmu pengetahuan di dataran Eropa. Bagaimanapun juga kebudayaan di timur tengah terus berkembang pesat, banyak ilmuwan dari Yunani yang mencari dukungan dan bantuan di timur tengah ini. Akhirnya ilmuwan muslim pun berhasil mengembangkan ilmu astronomi dan matematika, yang akhirnya menemukan bidang ilmu pengetahuan baru yaitu kimia. Setelah bangsa Arab menaklukkan Persia, ilmu pengetahuan berkembang dengan cepat di Persia dan ilmuwan terus bermunculan yang akhirnya dengan giatnya memindahkan ilmu yang telah ada dari kebudayaan Yunani ke timur tengah yang saat itu sedang mundur dari Eropa yang mulai memasuki abad kegelapan. 
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_fisika

Jumat, 03 Februari 2012

Tokoh Fisikawan Dunia

    Artikel ini saya ambil dari budakfisika.net yang telah direview oleh adminnya.
Ilmuwan ialah orang yang bekerja dan mendalami dengan tekun bidang ilmu pengetahuan sains yang termasuk didalamnya bidang ilmu alam atau ilmu sosial. Para ilmuwan yang terjun dalam bidang fisika disebut fisikawan.
Berikut ini ialah fisikawan yang telah menyumbangkan ide dan pikiran selama hidupnya yang berguna dalam kehidupan kita sehari-hari :

Fisikawan :

  1. Albert Einstein
  2. Alessandro Volta
  3. Archimedes
  4. Aristoteles
  5. Arthur Compton
  6. Bacharuddin Jusuf Habibie
  7. Blaise Pascal
  8. Carl Friedrich Gauss
  9. Charles-Augustin de Coulomb
  10. Christian Doppler
  11. Daniel Bernoulli
  12. Daniel Gabriel Fahrenheit
  13. Democritus
  14. Edwin Hubble
  15. Enrico Fermi
  16. Ernst Mach
  17. Ernest Rutherford
  18. Erwin Schrödinger
  19. Evangelista Torricelli
  20. Galileo Galilei
  21. Georg Ohm
  22. Gottfried Wilhelm Leibniz
  23. Gustav Robert Kirchhoff
  24. Giovanni Battista Venturi
  25. Hans Christian Ørsted
  26. Heinrich Rudolf Hertz
  27. Hermann von Helmholtz
  28. Hendrik Lorentz
  29. Irving Langmuir
  30. James Clerk Maxwell
  31. James Chadwick
  32. James Watt
  33. Jean-Baptiste Biot
  34. Johannes Diderik van der Waals
  35. Johannes Kepler
  36. John Dalton
  37. John Henry Poynting
  38. John J. Montgomery
  39. Joseph Fourier
  40. Joseph Henry
  41. Joseph Louis Gay-Lussac
  42. Joseph-Louis Lagrange
  43. Joseph Plateau
  44. Lord Rayleigh
  45. Louis-Victor de Broglie
  46. Leonhard Euler
  47. Ludwig Boltzmann
  48. Marie Curie
  49. Max Planck
  50. Michael Faraday
  51. Niels Bohr
  52. Nikola Tesla
  53. Oliver Heaviside
  54. Osborne Reynolds
  55. Pierre Curie
  56. Robert Boyle
  57. Thomas Alfa Edison
  58. Thomas Townsend Brown
  59. Robert Hooke
  60. Robert J. Van de Graff
  61. Robert Andrews Millikan
  62. Sir Isaac Newton
  63. Stephen Hawking
  64. Werner Heisenberg
  65. Wilhelm Conrad Röntgen
  66. Wolfgang Ernst Pauli